Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda (5)

 

Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda berikutnya dalah Gemar berinfak dansedekah serta Yakin dalam berdoa atas pertolongan Tuhan.

 

Hijaber-Meidiani-meraih-keberuntungan
Hijaber-Meidiani-meraih-keberuntungan

Kiat #6. Gemar berinfak dan bersedekah adalah Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

Tak pernah rugi bagi mereka yang sering bersedekah. Begitupula dengan mereka yang gemar berinfak. Sadar atau tidak, mereka yang gemar bersedekah memiliki kelapangan hidup, baik perasaan dan rezekinya.

 

“Tidaklah datang suatu hari kecuali akan turun dua malaikat yang salah satunya mengatakan, “Ya, Allah berilah orang-orang yang berinfaq itu balasan, dan yang lain mengatakan, “Ya, Allah berilah pada orang yang bakhil kebinasaan (hartanya).” (HR. Muttafaq ‘alaihi)

 

Begitu dahsyatnya kekuatan sedekah hingga Rasulullah saw pun bersabda dalan haditsnya. Rasulullah bersabda: “Tatkala Allah menciptakan bumi maka ia pun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung, dan kekuatan diberikan kepadanya, yang ternyata ia diam. Maka para malaikat pun heran terhadap penciptaan gunung itu.

 

Mereka bertanya, “ Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari gunung ?”

Allah menjawab:’ Ada yaitu besi.

Mereka bertanya, Ya rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat dari besi?

Allah menjawab, ‘Ada yaitu api.

Mereka bertanya, “ Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api ?”

Allah menjawab:’ Ada yaitu air’.

Mereka bertanya, “ Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?”

Allah menjawab:’ Ada yaitu angin’.

Mereka bertanya, ‘Ya rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaanMu yang lebih kuat dari angin?

Allah menjawab:’ Ada, yaitu anak Adam yang mengeluarkan shadaqah dengan tangan kanannya sedang tangan kirinya tidak mengetahui”. (HR Diriwayatkan At Tirmidzy dan Ahmad)

 

Secara umum, kekuatan sedekah disebut juga dengan The Power of Giving.

Besarnya kekuatan sedekah inilah yang pada akhirnya menciptakan berbagai keajaiban sedekah. Salah satunya adalah cerita dari Ust. Yusuf Mansur ketika di Batam. Ada seorang laki-laki bernama Mubalighun. Ia sedang ditimpa masalah berat. Hutangnya menumpuk dan dikejar debt collector. Istrinya yang tidak tahan dengan kondisi ini pun minta cerai. Pada suatu malam, dia merasa dunia akan kiamat baginya.

Pasalnya, keesokan harinya rumahnya akan disita, istrinya menunggu di Pengadilan Agama, dan anak sulungnya akan dikeluarkan dari sekolah akibat terlalu lama menunggak bayaran. Mubalighun depresi berat dan bahkan berniat bunuh diri malam itu juga! Syukurlah, dia sadar dan teringat uang simpanannya sebesar Rp 300 ribu. Malam itu juga ia sedekahkan uang tersebut kepada fakir miskin. Keesokan harinya, dia mendapatkan rezeki besar yang tak disangka-sangka. Dengan rezeki itu, rumah tetap dimiliki, istri tak jadi menuntut cerai, dan anak sulungnya bisa tetap bersekolah.

Hebatnya kekuatan sedekah atau memberi ini juga diakui oleh Donald Trump, pebisnis property Amerika. Pada tahun 1990-an bisnis Donald Trump mengalami gonjang-ganjing dan nyaris bangkrut. Namun, bukannya berhemat dan berlaku pelit, Donald Trump justru menyumbangkan sebagian harta yang masih tersisa.

Barangkali ia juga merasakan, sebangkrut-bangkrutnya dia, nyatanya masih ada harta yang layak dinikmati golongan ekonomi lemah. Ia meyakini, dengan bersedekah lebih banyak, Tuhan akan menggantinya dengan nilai yang jauh lebih banyak. Apa yang diyakini menjadi kenyataan. Secara bertahap, bisnis Donald Trump bangkit kembali. Nah, cobalah untuk memperbanyak sedekah. Dengan begitu, Anda bisa berharap akan datang keberuntungan yang datangnya tidak disangka-sangka dan dari arah yang tidak terduga.

 

Kiat#7 Berdoa dan Yakin pada Pertolongan Tuhan adalah Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

Jika mendapat kesenangan yang tidak terduga-duga, kita menyebutnya sebagai keberuntungan. Namun, jika kita terhindar dari malapetaka? Itu pun sebuah keberuntungan. Bayangkan, jika uang yang sudah Anda kumpulkan dengan susah payah, tiba-tiba diserobot pencopet saat pulang mengambil gaji. Maka sebuah keberuntungan bagi Anda, jika ada orang yang berniat mencopet Anda tiba-tiba mengurungkan aksinya. Setuju?

Nah, berbicara tentang keberuntungan, baik berupa kesenangan maupun terhindar dari kesialan, terdapat sebuah kiat jitu untuk (bahkan) merubah takdir. Tentu saja, merubah takdir buruk menjadi baik. Ya, itulah doa.

 

“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdoa, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya doa bermanfaat bagi sesuatu yang terjadi dan masih belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, maka berpeganglah, wahai hamba allah, pada doa”. (HR. Tirmidzi dan al Hakim)

 

Berbicara tentang keberuntungan memang tidak terlepas dari faktor “tangan” Tuhan. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan untuk dimintai bantuan selain kehebatan Tuhan. Tak ada yang tahu bahwa uang yang kita simpan di bank akan baik-baik saja. Tak ada yang bisa menjamin uang kita di bank akan aman-aman saja. Sama halnya tidak ada yang menyangka uang gajian karyawannya akan digasak perampok pada hari naas itu juga. Nah, so..apa yang bisa dilakukan?

Pasrah? Menerima saja?

Jawabnya tentu: tidak! Meski kita tidak bisa menguasai perkara di luar kendali kita, masih ada cara terakhir yang bisa kita harapkan. Itulah doa. Dengan doa, kita bisa meminta Zat yang Maha Kuasa untuk memberikan keselamatan pada kita. Tentu saja, dengan keyakinan sepenuhnya, bahwa Tuhan Maha Pemberi dan Dia akan mengabulkan permintaan kita. Jangan sampai ragu!

 

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Allah swt. berfirman: ‘Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya ketika ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia mengingatKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari padanya. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil’.” (Hadits ditakhrij oleh At Turmidzi).

 

Kiat# 8 Bisnis berbasis takwa adalah  Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

Setiap manusia tentu punya kepentingan. Tak terkecuali dalam hal bisnis. Besarnya nafsu manusia untuk mendapatkan keuntungan dan kekayaan berlimpah seringkali membuat mereka berlaku curang. Tipu-tipu di sana-sini, gemar memakan riba, mengurangi takaran timbangan, dan sebagainya merupakan cara instan untuk meraih impian. Padahal, syarat untuk meraih keberuntungan yaitu bisnis berbasis takwa.

 

Katakanlah:”Tidak sama yang buruk (harta yang haram) dengan yang baik (harta halal), meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maidah [5]:100).

 

Bisnis berbasis takwa merupakan jalan menuju keberkahan, yaitu kebaikan yang mengalir secara terus-menerus. Tidak hanya bagi Anda yang mengelola harta halal tersebut, tetapi juga keluarga dan orang lain yang memanfaatkan harta Anda.

Tak heran jika dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Utsman bin Affan, sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad saw yang kaya-raya dan dermawan, mengambil bagian dari wasiat Abdurrahman bin Auf. Dia berkata,”Harta Abdurrahman bin Auf halal dan bersih. Memakan harta itu membawa selamat dan berkah.”

Nah, pembaca yang budiman. Itulah kiat-kiat mengundang dan meraih keberuntungan dalam bisnis kita. Tentunya, keberuntungan itu tidak akan datang jika kita-kiat tadi hanya dijadikan sebagai renungan, tanpa aksi! Banyak sumber dari kitab dan hadits yang kami sertakan untuk memperkuat keyakinan Anda. Karena faktanya, keberuntungan itu memang ada. Faktanya pula, keberuntungan itu bukan berada pada wilayah kekuasaan kita. Namun, kita bisa mengundang keberuntungan tersebut dengan melakukan kita-kiat yang telah kami berikan. Selamat meraih keberuntungan.

 

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

Kiat 1. Bersyukur

Kiat 2. Jujur

Kiat 3. Profesional dan dapat diandalkan

Kiat 4. Gemar berbuat baik dan memudahkan urusan orang lain

Kiat 5. Rajin Bersilaturahim

Kiat 6. Gemar berinfak dan bersedekah

Kiat 7 Berdoa dan Yakin pada Pertolongan Tuhan

Kiat 8 Bisnis berbasis takwa

 

Bambang Suharno

Direktur Indonesian Entrepreneur Society (IES) dan Pembicara Seminar di Berbagai Kementerian dan BUMN
Sudjono AF
Direktur Pesantren Bisnis Online

 ================================================================

Ebook : 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha karya Bambang Suharno

CARA PESAN Ebook : 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha karya Bambang Suharno

Bisa Anda pesan melalaui webiste ini dengan harga Rp50.000,-

Kontak : Nina Gustina – 082298014524

Isi Ebook 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha  adalah:

  1. 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha (Revisi)
  2. Motivation and Brain Management
  3. Rahasia Mengelola Gaji Menajdi Bisnis
  4. Tips dan Trik Sukses Menjadi Karyawan Multi Income
  5. Panduan Memilih Bisnis Sampingan Yang Tepat
  6. Menempatkan Hari Baik Memulai Bisnis
  7. Strategi Memulai Bisnis Langsung Untung. Studi Kasus Wan Hasim – Owner Idol Mart
  8. Cara Hebat melipatgandakan Laba
  9. Cara Hebat Meraih Keuntungan Dalam Bisnis. Studi Kasus M Roxhim – Juragan Tanaman Hias
  10. Pengalaman Memulai Bisnis Sebelum Pensiun. Studi Kasus Amir Hamzah – Juraga Pepaya
  11. Teknik Mengelola Waktu Pebisnis Sampingan

 

sedekah dan infak membuka pintu rejeki, bisnis berbasis taqwa, bisnis syariah, yakin dalam berdoa, kiat meraih sukses, cara meraih keberuntungan, pengusaha muda, cara gila jadi pengusaha, cara tidak gila jadi pengusaha, jadi pengusaha , mental pengusaha, mental tangan diatas, mental pemberdaya, mental produktif, usaha sampingan, bisnis dari rumah, ide bisnis rumahan, usaha bisnis sampingan, usaha kecil menengah, ukm

 

 

 

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda (4)

Meraih-kesuksesan-para-hijaber
Meraih-kesuksesan-para-hijaber

Pada artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang 3 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda. Kini kita akan membahas kiat-kiat berikutnya, yaitu: Gemar berbuat baik dan Rajin Bersilaturahmi.

 

Kiat#4 Gemar berbuat baik dan memudahkan urusan orang lain adalah Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

Secara alami, manusia suka diperlakukan dengan baik, ditolong, dan dipermudah urusannya. Sebaliknya, Anda tidak suka diperlakukan dengan tidak baik dan urusan Anda dipersukar. Pertanyaannya, jika Anda gemar dipelakukan dengan baik, siapa yang akan berlaku baik pada Anda? Jika semua orang ingin diperlakukan dengan baik, siapa yang akan melakukan kebaikan

itu kepada mereka?

Secara alami pula, Anda akan berbuat baik pada orang yang telah berbuat baik pada diri Anda, bukan? Secara manusiawi pula, setiap perilaku jahat akan mendapat balasan yang setimpal. Jadi sederhananya, jika Anda ingin diperlakukan dengan baik maka berbuat baik pula kepada orang lain. Jika Anda ingin mendapat pertolongan, tolonglah orang lain yang sedang membutuhkannya.

Bisa jadi, Anda telah berbuat baik kepada seseorang, tetapi orang tersebut justru berbuat jahat kepada Anda. Ibarat air susu, dibalas air tuba. Bisa jadi pula, orang yang telah Anda tolong justru mencelakai diri Anda. Tentang hal itu, tidak usah khawatir.

 

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.

Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

 

Jadi jangan heran, jika suatu saat mobil mogok di jalanan, tiba-tiba ada orang yang menawarkan diri untuk menderek mobil Anda. Bisa juga ketika sedang tidak punya uang, seorang teman tiba-tiba memberikan uang kepada Anda. Bisa jadi, hal itu disebabkan Anda pernah berbuat baik kepada seseorang.

Tentang efek dahsyat dari membantu orang lain ini juga pernah dialami Konosuke Matsushita saat Pabriknya sudah berjalan dan memiliki ribuan karyawan. Begini ceritanya.

Ketika itu, Jepang kalah perang pada Perang Dunia II. Sebagai konsekuensinya, Sekutu menutup semua perusahaan yang mendukung ekspansi militer Jepang sebagai sanksi. Apesnya, pabrik Matsushita juga termasuk dalam daftar cekal karena sempat membuat suku cadang pesawat udara dan laut Angkatan Perang Kerajaan Jepang. Pada saat itu, tak kurang dari 40 anak perusahaan Matsushita dikerahkan dalam proyek tersebut.

Pengaruh Konosuke Matsushita di Kamar Dagang Osaka dihapuskan. Empat puluh anak perusahaannya yang terlibat perang dibubarkan. Para direkturnya “diamankan” dan kekayaan perusahaan dibekukan. Matsushita hanya mendapat hak kontrol atas sisa perusahaannya dan dilarang memegang jabatan resmi. Masalah pun mulai bermunculan.

Selanjutnya, apa yang terjadi? Ribuan karyawan Matsushita turun ke jalan menentang usaha penutupan pabrik Matsushita. Mereka berusaha meyakinkan penguasa militer Sekutu dengan mengatakan bahwa Matsushita berasal dari kalangan miskin non-klan kerajaan, pengusaha yang baik hati, dan memperbaiki kondisi masyarakat. 15 ribu tanda tangan untuk petisi pembelaan tersebut dibubuhkan. Jenderal Mc Arthur pun dibuat tercengang dengan atusiasme tersebut. Hingga pada akhirnya, sanksi terhadap Matsushita dihapuskan dan ia diperbolehkan berbisnis kembali.

Apa yang membuat para pekerja tersebut begitu antusias untuk membela Matsushita? Alasannya bukan masalah pekerjaan semata, tetapi juga “jasa baik” yang telah diberikan Matsushita belasan tahun sebelumnya.

Pada tahun 1929-1930 terjadi depresi (Great Depression) besar yang melanda Amerika. Nilai saham Wall Street terjun bebas. Gelombang PHK pun terjadi besar-besaran. Daya beli menurun karena menurunnya lowongan pekerjaan. Bahkan General Motor merumahkan 50% karyawannya untuk efisiensi.

Efek itu menjalar hingga ke Jepang. Barang-barang produksi Matsushita pun banyak menumpuk di gudang. Saat manajernya datang menjenguk, Matsushita berkata, “Kurangi produksi separuhnya, tetapi JANGAN MEM-PHK KARYAWAN. Kita akan mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja, tetapi dengan meminta mereka bekerja setengah hari. Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima saat ini, tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan meminta semua pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang.”

Nah, itulah jasa baik yang telah dilakukan Konosuke Matsushita. Jadi, jika ingin mendapat keberuntungan dalam bisnis, bantulah orang lain sekuat Anda. Jika bisa, bantulah sebanyakbanyaknya orang agar lebih banyak keberuntungan yang datang menghampiri bisnis Anda.

 

Kiat#5 Rajin bersilaturahmi  adalah Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

Silaturahmi bisa menyambung tali persaudaraan dan keakraban. Hubungan silaturahmi bisa dilakukan dengan berkunjung ke rumah para kerabat serta rekan dan kolega. Jika tidak sempat, silaturahmi juga bisa dilakukan lewat telepon, surat, email, dan sebagainya. Siapa yang tidak senang jika ada orang yang peduli pada keadaan kita? Meski sekadar mengucapkan salam dan bertanya kabar.

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Pada tahun 1970-an, seorang sosiolog Havard bernama Mark Granovetter melakukan penelitian tentang cara atau bagaimana seseorang mendapatkan pekerjaan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa mayoritas orang mendapat pekerjaan berdasarkan koneksi pribadi. Jadi kesimpulannya, koneksi atau hubungan silaturrahmi sangat berpengaruh bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, analisis dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Hold Lunstad seorang psikolog dari Brigham Young University di Utah USA terhadap sejumlah penelitian tentang efek hubungan sosial pada kesehatan. Tak kurang dari 148 penelitian terhadap 308 ribu lebih orang yang kehidupannya diikuti selama rata-rata 7,5 tahun di analisis oleh tim ini.

Jurnal Plos Medicine terbitan Public Library of Science mempublikasikan hasil analisis tersebut, yang menyimpulkan bahwa seseorang dengan hubungan sosial yang kuat akan 50 persen lebih panjang umur dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat dukungan sosial ini. Memiliki hubungan sosial yang baik seperti dengan teman, pernikahan, atau anak sama baiknya untuk menjaga kesehatan seperti halnya berhenti merokok, menurunkan berat badan, bahkan minum obat.

Sebuah penelitian lain pada penduduk Seattle pada tahun 1997 juga menyimpulkan bahwa biaya kesehatan lebih rendah didapati pada keluarga yang suka bersilaturrahmi dengan orang lain. MacArthur Foundation di AS pun mengeluarkan kesimpulan sejalan yang menyatakan bahwa manusia lanjut usia (manula) bisa bertahan hidup lebih lama disebabkan mereka kerap bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Di samping itu, mereka rajin hadir dalam pertemuan-pertemuan.

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda (5)

silaturahmi membawa rejeki, mukjijat silaturahim, mukjijat sedekah, sedekah membuka pintu rejeki, bersyukur, kiat mengundang rejeki, kiat mengundang keberuntungan, kiat mengunadang kesuksesan, cara mengundang rejeki, cara mengundang keberuntungan, cara mengunadang kesuksesan, cara sukses.

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda (3)

Keberuntungan itu apakah ada dalam kehidupan?

Jujur-dalam-bisnis
Jujur-dalam-bisnis

Untuk memudahkan Anda dalam mengartikan apakah keberuntungan itu, berikut kami berikan apa arti dari keberuntungan. Keberuntungan merupakan kondisi membahagiakan, yang sebelumnya begitu kita inginkan tetapi kita merasa kapasitas dan kondisi kita dalam keadaan normal tidak mampu untuk mendapatkannya. Mari kita lihat beberapa contoh berikut.

Satu Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda sudah kita paparkan di artikel sebelumnya. Baca : Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda. Sekarang kita lanjutkan kita-kiat berikutnya.

 

Kiat 2# Jujur adalah Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

Siapa pun Anda, pasti mencintai kejujuran. Ya, tak seorang pun di dunia ingin dibohongi dan dikhianati. Secara bisnis, Anda tentu ingin bermitra dengan orang jujur, bukan? Bahkan untuk membeli barang pun kita sangat suka dengan pedagang yang tidak suka ngibul, alias jujur.

Nah, berbicara tentang kejujuran, ada sebuah kisah yang menarik untuk disimak. Kisah ini bercerita tentang pengalaman salah seorang sahabat nabi yang terkenal kealimannya (tinggi ilmu) dan kezuhudannya (sederhana). Dia adalah Abdullah bin Umar, anak khalifah Umar bin Khaththab.

 

Suatu ketika, Abdullah bin Umar bertemu dengan seorang pengembala kambing di tengah padang pasir yang tandus. Di tengah tandusnya tempat itu, ia melihat seorang anak yang menggembalakan kambingnya. Muncul rasa ingin tahunya, apakah akhlak Islam yang mulia sampai ke tengah padang pasir yang sangat terpencil tersebut?

Setelah mengucapkan salam, Abdullah bin Umar berkata kepada bocah pengembala itu.

”Hai, Nak. Aku ingin membeli seekor kambing yang kau gembala ini. Bekalku sudah habis.”    ”Maaf Tuan, saya hanya seorang budak yang mengembalakan kambing-kambing ini. Saya tidak bisa menjualnya. Ini bukan milik saya, tetapi milik majikan saya,” jawab bocah pengembala itu.

”Ah, itu masalah yang mudah. Begini, kau jual saja seekor kambingmu kepadaku. Kambing yang kau jaga ini sangat banyak, tentu tuanmu akan sangat sulit menghitung jumlahnya. Kalau pun dia tahu ada sesekor kambingnya yang berkurang, kau bilang saja telah dimangsa serigala padang pasir. Mudah sekali, bukan? Kau pun bisa menikmati uangnya,” bujuk Abdullah bin Umar.

”Lalu, di mana Allah?” tanya sang bocah gembala, “majikanku memang tidak akan tahu dan bisa saja dibohongi. Namun, ada Zat Maha Tahu, yang pasti melihat apa yang aku lakukan. Apa Anda kira Allah tidak ada?”

Jawaban tegas bocah penggembala itu membuat Abdullah bin Umar terpana..

”Aku tidak diberi kuasa oleh majikanku untuk menjual kambing ini. Aku hanya diperbolehkan mengembalanya dan meminum air susunya ketika aku membutuhkannya dan memberi minum para musafir yang kehausan,” lanjut sang bocah.

”Minumlah Tuan, kulihat anda kehausan. Jika masih kurang, Anda bisa tambah. Jangan kuatir, susu ini halal. Allah tahu ini halal sebab pemiliknya menyuruhku memberinya pada musafir yang kehausan.”

Abdullah bin Umar meminum susu itu dengan perasaan terharu. Dia minum sampai rasa hausnya hilang. Setelah mengucapkan terima kasih, dia pun mohon diri. Dijalan, dia tidak bisa menyembunyikan tangisnya, teringat kata-kata pengembala itu, ”Di mana Allah? Apa Anda kira Allah tidak ada?”

Bocah pengembala kambing berpakaian kumal itu memiliki kejujuran yang tinggi. Seorang manusia berakhlak mulia dan memiliki ketakwaan kapada Allah tidaklah sepatutnya menjadi hamba sahaya manusia. Dia hanya pantas menjadi hamba Allah Swt. Akhirnya, Abdullah bin Umar membeli budak itu dan memerdekakannya!

 

Nah, bagaimana pendapat Anda? Seorang budak yang sama sekali tidak punya hak atas dirinya selain hak tuannya, sekonyong-konyong dibebaskan. Sungguh itu merupakan suatu keberuntungan! Dia tidak menjual kejujurannya, tetapi mendapat harga atas kejujuran itu. Siapa yang membeli kejujuran itu? Adalah Zat Maha Kaya yang mengatur pertemuannya dengan Abdullah bin Umar!

Masih terkait dengan keutamaan kejujuran, ada sebuah kisah menarik yang terjadi pada masa Umar bin Khaththab.

 

Ketika itu, Khalifah ‘Umar bin Khaththab ra memegang tampuk pemerintahan. Beliau melarang para pedagang susu mencampur susu dengan air. Hingga pada suatu malam, Khalifah ‘Umar bin Khaththab ra pergi ke daerah pinggiran kota Madinah. Untuk istirahat sejenak, beliau pun bersandar pada tembok salah satu rumah. Terdengarlah oleh beliau suara seorang perempuan yang memerintahkan anak perempuannya untuk mencampur susu dengan air.

Namun, anak perempuan yang diperintahkan tersebut menolak dan berkata, “Bagaimana aku hendak mencampurkannya, sedangkan Khalifah ‘Umar melarangnya?”

Mendengar jawaban anak perempuannya, sang ibu menimpalinya, “Umar tidak akan mengetahui.”

Mendengar ucapan tersebut, sang anaknya menjawab lagi, “Kalaupun ‘Umar tidak mengetahui, tetapi Tuhan pasti mengetahui. Aku tidak akan pernah mau melakukannya. Dia telah melarangnya.”

Kata-kata anak gadis tersebut menghunjam ke dalam hati ‘Umar. Sehingga pada pagi harinya, beliau memanggil anaknya yang bernama ‘Ashim. Diceritakanlah ciri-ciri anak tersebut dan tempat tinggalnya. Beliau berkata, “Pergilah anakku dan nikahilah anak gadis tersebut.” Selanjutnya, ‘Ashim menikah dengan anak gadis tersebut dan lahirlah seorang anak perempuan, yang darinya kelak akan lahir seorang khalifah besar, ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz.

 

Nah, sekali lagi kejujuran membawa keberuntungan. Apakah Anda pikir anak gadis tadi bersikap jujur agar diketahui Umar? Kenyataannya tidak begitu. Karena Umar bin Khaththab sendiri melakukan perjalanan tersebut secara diam-diam dan kebetulan bersandar di dinding rumah tersebut.

Kejujuran memang membawa dampak luar biasa. Itulah sebabnya Nabi Muhammad yang dikenal sebagai al amin sebelum diangkat menjadi nabi berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-harinya. Bahkan, dalam berbisnis pun beliau sangat terbuka dalam masalah kualitas barang dan harga. Disebutkanlah kelebihan dan kecacatan barang, lalu disebutkannya harga dasar dari barang tersebut. Selanjutnya, berapa keuntungan yang bisa diberikan pembeli kepadanya.

Apakah kejujuran itu membuat bisnis beliau menjadi bangkrut? Kenyataannya kita ketahui bahwa bisnis Rasulullah berkembang pesat dan menghasilkan keuntungan yang besar. Itulah kiat yang kedua untuk mengundang keberuntungan dalam bisnis Anda, JUJUR!

 

Kiat 3# Profesional dan dapat diandalkan adalah Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

Kiat ketiga adalah professional dan dapat diandalkan. Sikap professional memang sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis. Bisa Anda bayangkan, bagaimana jika suatu kontrak bisnis dilakukan secara tidak professional? Tentu pada akhirnya muncul rasa tidak percaya.

Sebaliknya, jika sebuah urusan dilakukan secara professional, akan timbul bibit-bibit kepercayaan. Jika kepercayaan telah tumbuh subur, bersiaplah untuk menerima keberuntungankeberuntungan yang tidak disangka-sangka.

Berbicara tentang keberuntungan di balik profesionalisme ini, terdapat cerita menarik yang dialami Konosuke Matsushita. Ia adalah pendiri Matsushita Electric Manufacturing Company atau Panasonic saat ini. Begini ceritanya.

 

Konosuke Matsushita lahir dari kalangan keluarga tuan tanah. Ayahnya berasal dari keluarga tuan tanah selama empat puluh generasi dan bekerja sebagai penanam padi. Tak hanya itu, ayah Matsushita juga menjabat sebagai dewan perwakilan setempat dan berkali-kali mendapat pekerjaan di kantor pemerintahan desa. Jadi, tak heran jika masa-masa itu dilalui Matsushita dengan baik.

Sayangnya, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Keberuntungan yang selama ini ia rasakan seolah pergi begitu saja saat ayahnya terjun di bisnis spekulasi beras dan…gagal.

Harta yang begitu banyak pun ludes untuk menutup kerugian. Ayahnya kemudian membuka toko alas kaki kayu. Sayangnya, usaha ini berjalan lambat. Untuk mempercepat pengembangan usaha, sang ayah kembali terjun ke bisnis spekulasi beras dan…gagal lagi!

Demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, sang ayah bekerja sebagai buruh di Osaka. Penderitaan hidup yang dilalui keluarga ini membuat saudara Matsushita satu per satu meninggal dunia karena terserang TBC.

Pada akhirnya, di usianya yang ke-9 tahun, Matsushita bekerja menjadi pengasuh anak. Selanjutnya bekerja di bengkel sepeda dan pindah lagi ke perusahaan listrik. Gaji yang besar dan jabatan empuk pun diraihnya. Namun, hal tersebut tidak membuat Matsushita puas. Dia ingin aktualisasinya di bidang pelistrikan dihargai, yaitu idenya untuk membuat fitting lampu.

Karena tidak mendapat sambutan baik dari perusahaannya, Matsushita pun mengundurkan diri. Ia ingin membangun pabrik dan bisnis lampu fittingnya sendiri. Segala usaha dilakukan untuk mendapatkan formula yang tepat. Hingga pada akhirnya ia menemukan mitra yang bisa membuat adonan fitting lampu sesuai yang diharapkan.

Proses produksi pun berjalan sedikit demi sedikit. Sayangnya, keberuntungan masih enggan menyapa. Oleh pedagang pengecer, seratus buah fitting lampu uatan Matsushitahanya dihargai tak lebih dari 10 yen. Masalah lainnya, banyak toko yang menolak karena pabrik Matsushita dianggap masih baru. Mitra kerja Matsushita pun rontok satu per satu.

Tim Matsushita pun tinggal tiga orang, yaitu Matsushita sendiri, istrinya, dan adik iparnya. Inilah masa-masa kritis bagi bisnis dan keuangan keluarga Matsushita. Bahkan untuk sekadar menambah modal segar, ia terpaksa menggadaikan kimono istrinya.Sempat terpikir oleh Matsushita untuk kembali menjadi karyawan, tetapi urung ketika mengingat pengorbanan besar istrinya demi mendukung semangat wirausahanya. Hingga akhir tahun itu tak ada pesanan fitting lampu. Bahkan Matsushita pun kebingungan untuk membuat bahan seperti apa lagi?

Di tengah kegalauan, datanglah keberuntungan. Seorang pegawai perusahaan listrik mendatangi toko Matsushita. Ia meminta Matsushita untuk membuat tatakan kipas dari bahan fitting hitam. Hal ini disebabkan dudukan kipas yang dibuat saat ini berbahan porselen sehingga mudah pecah. Pesanan awal itu berjumlah 1.000 buah! Selanjutnya, hasil kerja Matsushita yang memuaskan membuat Kawakita Denki, pabrik pemesan tatakan kipas, memberikan kontrak 20.000—30.000 tatakan kipas per tahun. Keuntungan yang diperoleh selanjutnya digunakan ntuk menyewa sebuah gedung, sekaligus gedung pertama berdirinya Matsushita Electric Manufacturing Company!

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda (4)

jujur, profesional, bersyukur, kiat mengundang rejeki, kiat mengundang keberuntungan, kiat mengunadang kesuksesan, cara mengundang rejeki, cara mengundang keberuntungan, cara mengunadang kesuksesan, cara sukses.

 

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda (2)

Kata-kata-bersyukur-kepada-allah
Kata-kata-bersyukur-kepada-allah

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda. Ada pula orang yang selalu berusaha untuk maju, tetapi selalu jatuh dan gagal. Sekali gagal,coba lagi. Dua kali gagal, coba lagi. Bahkan berkali-kali terus menuai kegagalan. Apa yang sering kita dengar dari banyak orang saat melihat kasus ini? “Sudah nasibmu, Nak. Sial terus.”

Ada orang yang begitu mudah mendapatkan keuntungan usaha. Namun, ada pula yang bersusah payah mendirikan usaha, bahkan jatuh-bangun dan bangkrut berulang kali.

 

Pertanyaannya adalah:

Apakah keberuntungan itu sudah diberikan Tuhan pada orang tertentu? Keberuntungan itu datang secara kebetulan saja? atau Bisakah keberuntungan dikondisikan?

Keberuntungan memang misteri. Kedatangannya pun seringkali hinggap tanpa disangkasangka.Inilah hal mendasar yang tak pernah ada akhirnya untuk diperdebatkan. Bahkan dalamtataran filosof pun. Keberuntungan bisa dibuat atau hanya kebetulan?

Berbicara tentang keberuntungan (juga tentang kesialan), tak lepas dari pembahasan tentang takdir. Beragam pendapat tentang takdir, tetap sebuah pendapat yang cerdas dan mendalam tentang takdir ini dikemukakan oleh seorang mujtahid mutlak, Syaikh Taqiyuddin An Nabhani.

Dalam bukunya, Nidzamul Islam, beliau menulis: “Apabila kita mengamati seluruh perbuatanmanusia, akan kita jumpai bahwa manusia itu hidup di dua area. Area pertama adalah “area yang mampu dikuasainya”. Area ini berada di bawah kekuasaan manusia dan semua perbuatan/kejadian yang muncul berada dalam lingkup pilihannya sendiri. Sedangkan area

kedua adalah “area yang menguasainya”, yaitu area yang menguasai manusia. Pada area initerjadi perbuatan/kejadian yang tidak ada campur tangan manusia sedikitpun, baik perbuatan/kejadian itu berasal dari dirinya atau yang menimpanya.

Contoh sederhananya begini. Agar tidak tertabrak mobil yang berlalu-lalang di jalan, Anda memilih berjalan di jalan trotoar. Nah, ketika memutuskan untuk berjalan di trotoar, Anda berada di area pertama. Pilihan Anda sendiri agar aman di jalan raya.

Ternyata, tiba-tiba ada mobil yang nyelonong masuk ke atas trotoar dan menabrak Anda. Padahal Anda sudah berhati-hati dengan berjalan pada jalur trotoar yang telah ditetapkan. Maka tertabraknya Anda berada pada area kedua. Sesuatu yang datangnya tidak disangka, tidak terduga, dan tidak terencana.

 

Lalu, di mana letak keberuntungan itu?

Ternyata, sesaat sebelum menabrak Anda, mobil tersebut menabrak pagar pembatas jalan. Tepat satu meter dari posisi Anda berjalan. Beruntung? Iya dong…Untung ada pagar pembatas jalan. Membuat pagar pembatas jalan dan berjalannya Anda di trotoar berada pada area pertama, yang dipilih manusia untuk menghindarkan diri dari musibah. Sementara keberuntungan berada pada area kedua. “Nggak nyangka, gue masih selamat!” Bayangkan jika pagar pembatasnya tidak mampu menahan benturan karena kencangnya laju mobil, tentu keberadaan pagar pembatas tidak mampu menyelamatkan Anda.

Jadi, bisakah keberuntungan itu dikondisikan sesuai dengan apa yang kita harapkan? Jawabnya adalah: BISA!

Nah, bagaimana cara mengundang keberuntungan dalam bisnis dan secara umum dalam kehidupan kita? Berikut kiat-kiatnya.

 

Inilah Kiat-kiat dahsyat mengundang keberuntungan dalam bisnis Anda

Seperti yang telah kami tuliskan sebelumnya, Anda bisa mengundang keberuntungan dalam bisnis. Bahkan mengundang keberuntungan itu dalam kehidupan Anda. Asal tahu cara-caranya.

 

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya. QS: Ar-Ra’du (13):11

 

Jika ada yang mengatakan bahwa nasib itu tidak ada, abaikan pendapat tersebut. Nasib itu ada sebagai sebuah garis yang telah ditetapkan Tuhan pada makhluknya. Bagi Anda yang percaya pada ketetapan Tuhan tentu akan berharap dengan sangat bisa selalu mendapat keberuntungan-keberuntungan dalam hidup, bukan? Nah, berikut kiat-kiat yang bisa Anda gunakan untuk merubah nasib dan mengundang keberuntungan-keberuntungan dalam kehidupan Anda.

 

Kiat 1# Bersyukur adalah kiat dahsyat mengundang keberuntungan dalam bisnis Anda

Apakah Anda pernah merasakan sebuah keberuntungan datang menghampiri dalam perjalanan kehidupan Anda? Jika belum, cobalah untuk mencari waktu dan tempat yang tepat untuk kembali menelusuri jejak langkah hidup maupun bisnis yang selama ini Anda geluti.

Luangkan waktu khusus satu atau dua jam setiap mengawali pagi hari Anda untuk merenung. Carilah tempat di mana Anda tidak akan terganggu oleh suara-suara yang akan menghilangkan fokus dan konsentrasi. Jangan lupa, siapkan sebuah balpoin dan selembar kertas.

Nah, sudah siap? Jika sudah, pilih cara duduk yang menurut Anda sangat nyaman. Ambil sikap rileks…dan ingat kembali perjalanan karir dan bisnis Anda. Umpamanya mulai melamar kerja, menemukan rekanan bisnis, saat pembeli pertama datang membeli produk Anda, ketika pemodal menyetujui anggaran yang Anda ajukan, ketika Anda mendapat laba yang menggembirakan, dan seterusnya. Jika sudah dapat, tuliskan kejadian demi kejadian tersebut.

Sudah?

Jika sudah,perhatikan kembali kertas di hadapan Anda. Masih polos seperti semula? Jika masih polos, cobalah cari waktu lain yang lebih tepat untuk rileks dan ulangi kembali cara di atas. Jika sudah terisi, segeralah untuk dengan sepenuh hati mengucapkan rasa terima kasih Anda kepada Tuhan. Bagi Anda yang muslim, ucapkan hamdalah dengan sepenuh hati dan khusyuk.

Rasakan kehadiran Allah SWT yang begitu dekat dengan Anda.

 

”Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS An Nahl [16]: 18).

 

Selanjutnya, mintalah maaf atas rasa kurang yang terus-menerus hingga lupa bahwa Tuhan telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita. Bagi Anda yang muslim, silahkan mengucapkan Istighfar. Ucapkan berkali-kali dengan bersungguh-sungguh. Rasakan begitu besarnya keagungan Tuhan dan begitu lemahnya diri kita di hadapan-Nya. Kemudian teruskan dengan berdoa. Mintalah apa saja yang ingin Anda minta.

 

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”.” (QS. Ibrahim: 7)

 

Sudah jelas, bukan? Allah telah berjanji akan menambah nikmat kepada kita, jika kita mau bersyukur. Jadi, tunjukkan rasa terima kasih itu agar keberuntungan selalu mengiringi langkah Anda.

 

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

  • Kiat 1. Bersyukur
  • Kiat 2. Jujur
  • Kiat 3. Profesional dan dapat diandalkan
  • Kiat 4. Gemar berbuat baik dan memudahkan urusan orang lain
  • Kiat 5. Rajin Bersilaturahim
  • Kiat 6. Gemar berinfak dan bersedekah
  • Kiat 7. Berdoa dan Yakin pada Pertolongan Tuhan
  • Kiat 8. Bisnis berbasis takwa

 

Bambang Suharno

Direktur Indonesian Entrepreneur Society, Pembicara Seminar di Kementerian dan BUMN

Sudjono AF

Direktur Pesantren Bisnis Online

 

==============================================================================================================================================

CARA MENDAPATKAN Ebook : 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha karya Bambang Suharno

Bisa Anda pesan melalaui webiste ini dengan harga Rp50.000,-

Kontak : Nina Gustiani – 0822 9801 4524

 

Isi Ebook 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha  adalah:

  1. 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha (Revisi)
  2. Motivation and Brain Management
  3. Rahasia Mengelola Gaji Menajdi Bisnis
  4. Tips dan Trik Sukses Menjadi Karyawan Multi Income
  5. Panduan Memilih Bisnis Sampingan Yang Tepat
  6. Menempatkan Hari Baik Memulai Bisnis
  7. Strategi Memulai Bisnis Langsung Untung. Studi Kasus Wan Hasim – Owner Idol Mart
  8. Cara Hebat melipatgandakan Laba
  9. Cara Hebat Meraih Keuntungan Dalam Bisnis. Studi Kasus M Roxhim – Juragan Tanaman Hias
  10. Pengalaman Memulai Bisnis Sebelum Pensiun. Studi Kasus Amir Hamzah – Juraga Pepaya
  11. Teknik Mengelola Waktu Pebisnis Sampingan

 

pengusaha muda, cara gila jadi pengusaha, cara tidak gila jadi pengusaha, jadi pengusaha , mental pengusaha, mental tangan diatas, mental pemberdaya, mental produktif, usaha sampingan, bisnis dari rumah, ide bisnis rumahan, usaha bisnis sampingan, usaha kecil menengah, ukm

bersyukur, kiat mengundang rejeki, kiat mengundang keberuntungan, kiat mengunadang kesuksesan, cara mengundang rejeki, cara mengundang keberuntungan, cara mengunadang kesuksesan, cara sukses.

 

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda (1)

Bisnis-Baju-muslim
Bisnis-Baju-muslim

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda. Pembaca yang budiman, siapa pun Anda tentu sangat berharap mendapatkan keberuntungan, bukan? Ya, keberuntungan dalam berbagai hal apa pun, termasuk dalam bisnis Anda. Dengan mendapat keberuntungan, usaha makin berkembang. Dengan keberuntungan, banyak orang yang bisa kita buat senang. Namun, bisakah keberuntungan itu hadir dalam kehidupan kita?

Saya coba kutip kiat sukses ala Tanadi Santoso yang menurut saya sangat bagus untuk kita renungkan.

  • Pertama , tujuan yang jelas. Dengan tujuan yang jelas kita lebih mudah meraih sukses. Di sini sukses artinya apabila kita berhasil mencapai tujuan atau cita-cita yang kita tetapkan.
  • Kedua, tindakan yang nyata. Sangat logis, karena orang sukses harus bertindak, tidak hanya ngomong saja.
  • Ketiga, improvisasi berkesinambungan. Ini bagus sekali. Taktik yang sukses dijalankan hari ini, belum tentu ampuh diterapkan tahun depan. Jadi harus improve, improve, improve.
  • Keempat, pantang menyerah. Karena apapun yang kita lakukan, tuhan akan membuat ujian sebelum layak naik kelas. Yang naik kelas adalah anda yang pantang menyerah ketika mendapatujian.
  • Kelima, adalah keberuntungan. Jika anda sudah melakukan 1-4 tapi belum berhasil, makasatu hal bisa anda harapkan, yaitu keberuntungan. Demikianlah Tanadi Santoso menyampaikan.

 

Keberuntungan, adakah?

Untuk memudahkan Anda dalam mengartikan apakah keberuntungan itu, berikut kami berikan apa arti dari keberuntungan. Keberuntungan merupakan kondisi membahagiakan, yang sebelumnya begitu kita inginkan tetapi kita merasa kapasitas dan kondisi kita dalam keadaan normal tidak mampu untuk mendapatkannya. Mari kita lihat beberapa contoh berikut.

 

Contoh 1

Suatu saat Anda ingin segera membuka toko. Untuk membuka toko tersebut, Anda memerlukan uang sebesar 700 ribu rupiah untuk membeli etalase dan membuat spanduk. Sayangnya, uang yang ada di kantong hanya 500 ribu. Sementara rekening bank Anda sudah lama non-aktif. Di tengah-tengah keadaan tersebut, tiba-tiba datang seorang teman lama. Lalu ketika pulang sang teman memberi amplop berisi uang sebesar 200 ribu. Keberuntungan?

 

Contoh 2

Akhir tahun ini Anda gelisah. Masalahnya, usaha yang sedang Anda kelola tidak menghasilkan keuntungan yang bisa dibagikan kepada investor. Bayangan cap kinerja buruk pun datang. Meskipun Anda punya alasan tertentu, tetap saja hasil usaha Anda begitu memalukan untuk dilaporkan. Mau atau tidak mau, suka atau tak suka, investor meminta hasil laporan mengerikan itu. Dengan terpaksa, akhirnya laporan pun diterima investor.

Melihat hasil yang “mencengangkan” itu, investor memberikan saran kepada Anda untuk mengambil peluang bisnis dari rekannya. Ternyata investor Anda tidak ingin melihat Anda dan bisnis yang Anda geluti ambruk dan memberikan solusi jitu. Keberuntungan?

 

Contoh 3

Setelah memutuskan untuk berhenti jadi karyawan, kehidupan Anda berubah drastis. Karena belum melakukan persiapan yang matang untuk hidup di dunia tanpa gaji, keuangan keluarga pun berantakan. Ujung-ujungnya, ketika tidak sepeser pun uang di kantong, tiba-tiba teman baik Anda memberi amplop berisi uang 50.000. Ternyata, teman Anda baru dapat keuntungan penjualan sebuah produk yang lumayan. Padahal sebelumnya, Anda tidak menceritakan bahwa Anda sedang tidak punya uang! Keberuntungan?

Ternyata, keberuntungan itu memang ada. Sesuatu yang menggembirakan, itulah keberuntungan. Kedatangannya seringkali tiba-tiba, tidak terduga, dan tidak terencana. Permasalahannya, bisakah keberuntungan itu dikondisikan atau dibuat agar bisa kita nikmati dengan pasti?

 

Memahami hubungan keberuntungan dengan nasib

Bagi Anda yang saat kecil gemar membaca komik Donal Bebek, pasti mengenal tokoh bernama Untung Angsa, bukan? Untung Angsa digambarkan sebagai tokoh yang selalu beruntung. Bahkan, saking selalu beruntung, Untung Angsa menjadi malas bekerja dan selalu berharap keuntungan datang kepadanya.

Berbeda halnya dengan Donal Bebek. Tokoh ini digambarkan sebagai pekerja keras, yang selalu menjemput peluang kerja yang datang untuk menghidupi ketiga keponakannya. Sayangnya, ia selalu saja sial. Bahkan keberuntungan yang sudah di depan matanya saja dengan mudah lari meninggalkannya.

Nah, begitu pula di dunia nyata. Seringkali kita mendapati orang yang sukses membangun usaha dan kaya-raya. Untuk memulai usahanya, ia hanya melanjutkan bisnis orang tuanya. Ada juga yang membuka usaha lain dengan bantuan modal besar dari orang tuanya. Melihat hal itu, mungkin kita akan berkata, “Beruntung sekali dia, punya orang tua kaya. Wajar, jika sekarang dia kaya.”

Apakah memiliki orang tua miskin bukan sebuah keberuntungan? Faktanya, tidak sedikit mereka yang berhasil meraih kesuksesan meski bukan anak orang kaya. Pendidikannya tidak tinggi, bahkan usaha pun mereka mulai dari nol. Lihat saja Bill Gates, untuk meraih kesuksesannya, ia harus drop out dari kuliahnya. Di negeri kita sendiri, banyak para haji juragan besi tua yang sekolahnya saja tidak sampai lulus SD. Tapi mereka sukses membangun usaha dan kaya raya.

 

Inilah 8 Kiat Hebat Mengundang Keberuntungan Dalam Bisnis Anda

  • Kiat 1. Bersyukur
  • Kiat 2. Jujur
  • Kiat 3. Profesional dan dapat diandalkan
  • Kiat 4. Gemar berbuat baik dan memudahkan urusan orang lain
  • Kiat 5. Rajin Bersilaturahim
  • Kiat 6. Gemar berinfak dan bersedekah
  • Kiat 7. Berdoa dan Yakin pada Pertolongan Tuhan
  • Kiat 8. Bisnis berbasis takwa

 

Bambang Suharno

Direktur Indonesian Entrepreneur Society, Pembicara Seminar di Kementerian dan BUMN

Sudjono AF

Direktur Pesantren Bisnis Online

 

==================================================================

CARA MENDAPATKAN Ebook : 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha karya Bambang Suharno

Bisa Anda pesan melalaui webiste ini dengan harga Rp50.000,-

Kontak : Nina Gustiani – 0822 9801 4524

 

Isi Ebook 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha  adalah:

  1. 7 Cara Tidak Gila Jadi Pengusaha (Revisi)
  2. Motivation and Brain Management
  3. Rahasia Mengelola Gaji Menajdi Bisnis
  4. Tips dan Trik Sukses Menjadi Karyawan Multi Income
  5. Panduan Memilih Bisnis Sampingan Yang Tepat
  6. Menempatkan Hari Baik Memulai Bisnis
  7. Strategi Memulai Bisnis Langsung Untung. Studi Kasus Wan Hasim – Owner Idol Mart
  8. Cara Hebat melipatgandakan Laba
  9. Cara Hebat Meraih Keuntungan Dalam Bisnis. Studi Kasus M Roxhim – Juragan Tanaman Hias
  10. Pengalaman Memulai Bisnis Sebelum Pensiun. Studi Kasus Amir Hamzah – Juraga Pepaya
  11. Teknik Mengelola Waktu Pebisnis Sampingan

 

pengusaha muda, cara gila jadi pengusaha, cara tidak gila jadi pengusaha, jadi pengusaha , mental pengusaha, mental tangan diatas, mental pemberdaya, mental produktif, usaha sampingan, bisnis dari rumah, ide bisnis rumahan, usaha bisnis sampingan, usaha kecil menengah, ukm

keberuntungan, meraih keberuntungan, kiat merah keberuntungan, sukses  meraih kesuksesan, cara mendapatkan keberuntungan menurut islam, hadits tentang keberuntungan, faktor keberuntungan menurut islam, cara mendapatkan keberuntungan hidup, cara melihat keberuntungan lewat garis tangan, hoki menurut islam, cara agar selalu beruntung terus, orang yang beruntung di mata allah